

Pada tahun 1975, di kota kecil Monta Clare, Missouri, gadis-gadis mulai menghilang. Joseph "Patch" Macauley, seorang remaja berusia 13 tahun yang lahir dengan satu mata, menyelamatkan seorang gadis dari serangan, namun kemudian diculik oleh pelaku. Selama penahanannya, Patch bertemu dengan Grace, seorang gadis misterius yang menemaninya dalam kegelapan. Setelah berhasil melarikan diri, Patch terobsesi untuk menemukan Grace, yang tampaknya telah menghilang tanpa jejak. Pencariannya berlangsung selama beberapa dekade, mengubah hidupnya dan orang-orang di sekitarnya.
Novel ini rentang waktu kisahnya 30 tahunan. Buatku waktu yang diperlukan untuk pembeberan fakta dan pengungkapannya terlalu lama dan lambat hingga terasa membosankan. Namun emosi yang kurasakan terhadap tokoh-tokohnya digambarkan dengan baik oleh penulis.
Pada tahun 1975, di kota kecil Monta Clare, Missouri, gadis-gadis mulai menghilang. Joseph "Patch" Macauley, seorang remaja berusia 13 tahun yang lahir dengan satu mata, menyelamatkan seorang gadis dari serangan, namun kemudian diculik oleh pelaku. Selama penahanannya, Patch bertemu dengan Grace, seorang gadis misterius yang menemaninya dalam kegelapan. Setelah berhasil melarikan diri, Patch terobsesi untuk menemukan Grace, yang tampaknya telah menghilang tanpa jejak. Pencariannya berlangsung selama beberapa dekade, mengubah hidupnya dan orang-orang di sekitarnya.
Novel ini rentang waktu kisahnya 30 tahunan. Buatku waktu yang diperlukan untuk pembeberan fakta dan pengungkapannya terlalu lama dan lambat hingga terasa membosankan. Namun emosi yang kurasakan terhadap tokoh-tokohnya digambarkan dengan baik oleh penulis.

Setelah sekian lama menunda membaca ini, akhirnya tersentuh juga. Bagusss ternyata.Di masa depan dimana udara sdh tdk layak dihirup manusia tinggal di bangunan ratusan lantai di bawah tanah, disebut silo. Namun pengetahuan ini hanya untuk kalangan tertentu saja, untuk org2 biasa yg hidup di silo hanya mengetahui dunia mereka saja. Ketika ada yg mempertanyakan hal2 yg tdk seharusnya diketahui, mereka menjadi ancaman & akan dikirim ke pembersihan.Sayang kelanjutannya gk diteruskan oleh penerbut bhs indonesianya...
Di masa depan dimana udara sdh tdk layak dihirup manusia tinggal di bangunan ratusan lantai di bawah tanah, disebut silo. Namun pengetahuan ini hanya untuk kalangan tertentu saja, untuk org2 biasa yg hidup di silo hanya mengetahui dunia mereka saja. Ketika ada yg mempertanyakan hal2 yg tdk seharusnya diketahui, mereka menjadi ancaman & akan dikirim ke pembersihan.
Sayang kelanjutannya gk diteruskan oleh penerbut bhs indonesianya...
Cerita berlatar di sebuah dunia pasca-apokaliptik, di mana umat manusia tinggal di silo bawah tanah raksasa untuk melindungi diri dari lingkungan luar yang mematikan. Sistem sosial di silo ini diatur dengan ketat, dan ada larangan keras untuk membicarakan dunia luar. Siapa pun yang melanggar aturan ini akan diusir ke luar untuk "membersihkan" sensor, sebuah hukuman mati yang disaksikan seluruh penduduk silo, biasa disebut "pembersihan".
Kisah ini mengikuti beberapa tokoh, tetapi fokus utamanya ada pada Juliette, seorang mekanik dari tingkat bawah silo, yang dipilih untuk menjadi sheriff baru. Saat Juliette menggali misteri di balik aturan-aturan yang ada, dia menemukan rahasia gelap tentang silo dan dunia luar yang mengubah segalanya.
Ini adalah baca-ulang setelah aku menyelesaikan serinya 2 season, karena sudah lupa ceritanya. Aku membaca ini pertama kali di 2017. Kesanku masih sama seperti membacanya pertama kali, aku suka dengan ide membangun pemukiman dibawah tanah 140 lantai dengan tatanan tersendiri karena dunia luar sudah tidak layak huni.
Apabila tema dystopia belum ketinggalan jaman buatmu, aku sangat merekomendasikan novel dystopia ini bagi penggemar fantasi & sci-fi.
Setelah sekian lama menunda membaca ini, akhirnya tersentuh juga. Bagusss ternyata.Di masa depan dimana udara sdh tdk layak dihirup manusia tinggal di bangunan ratusan lantai di bawah tanah, disebut silo. Namun pengetahuan ini hanya untuk kalangan tertentu saja, untuk org2 biasa yg hidup di silo hanya mengetahui dunia mereka saja. Ketika ada yg mempertanyakan hal2 yg tdk seharusnya diketahui, mereka menjadi ancaman & akan dikirim ke pembersihan.Sayang kelanjutannya gk diteruskan oleh penerbut bhs indonesianya...
Di masa depan dimana udara sdh tdk layak dihirup manusia tinggal di bangunan ratusan lantai di bawah tanah, disebut silo. Namun pengetahuan ini hanya untuk kalangan tertentu saja, untuk org2 biasa yg hidup di silo hanya mengetahui dunia mereka saja. Ketika ada yg mempertanyakan hal2 yg tdk seharusnya diketahui, mereka menjadi ancaman & akan dikirim ke pembersihan.
Sayang kelanjutannya gk diteruskan oleh penerbut bhs indonesianya...
Cerita berlatar di sebuah dunia pasca-apokaliptik, di mana umat manusia tinggal di silo bawah tanah raksasa untuk melindungi diri dari lingkungan luar yang mematikan. Sistem sosial di silo ini diatur dengan ketat, dan ada larangan keras untuk membicarakan dunia luar. Siapa pun yang melanggar aturan ini akan diusir ke luar untuk "membersihkan" sensor, sebuah hukuman mati yang disaksikan seluruh penduduk silo, biasa disebut "pembersihan".
Kisah ini mengikuti beberapa tokoh, tetapi fokus utamanya ada pada Juliette, seorang mekanik dari tingkat bawah silo, yang dipilih untuk menjadi sheriff baru. Saat Juliette menggali misteri di balik aturan-aturan yang ada, dia menemukan rahasia gelap tentang silo dan dunia luar yang mengubah segalanya.
Ini adalah baca-ulang setelah aku menyelesaikan serinya 2 season, karena sudah lupa ceritanya. Aku membaca ini pertama kali di 2017. Kesanku masih sama seperti membacanya pertama kali, aku suka dengan ide membangun pemukiman dibawah tanah 140 lantai dengan tatanan tersendiri karena dunia luar sudah tidak layak huni.
Apabila tema dystopia belum ketinggalan jaman buatmu, aku sangat merekomendasikan novel dystopia ini bagi penggemar fantasi & sci-fi.

"The Housemaid Is Watching" adalah novel ketiga dalam seri "The Housemaid". Cerita ini berlangsung sekitar 13 tahun setelah peristiwa di "The Housemaid's Secret", dengan tokoh utama Millie yang kini bekerja sebagai pekerja sosial, menikah dengan Enzo, dan memiliki dua anak. Mereka baru saja pindah ke rumah baru di pinggiran kota, namun segera menyadari bahwa tetangga mereka memiliki perilaku yang aneh dan mencurigakan. Millie mulai merasa bahwa ada sesuatu yang tidak beres di lingkungan barunya.
Untuk aku, ada hal yang kurang masuk akal dalam penyelesaian kasusnya dan pengungkapan pelakunya. Namun aku cukup menikmati humor-humor sarkastik yang ditampilkan oleh Freida di buku ini.
"The Housemaid Is Watching" adalah novel ketiga dalam seri "The Housemaid". Cerita ini berlangsung sekitar 13 tahun setelah peristiwa di "The Housemaid's Secret", dengan tokoh utama Millie yang kini bekerja sebagai pekerja sosial, menikah dengan Enzo, dan memiliki dua anak. Mereka baru saja pindah ke rumah baru di pinggiran kota, namun segera menyadari bahwa tetangga mereka memiliki perilaku yang aneh dan mencurigakan. Millie mulai merasa bahwa ada sesuatu yang tidak beres di lingkungan barunya.
Untuk aku, ada hal yang kurang masuk akal dalam penyelesaian kasusnya dan pengungkapan pelakunya. Namun aku cukup menikmati humor-humor sarkastik yang ditampilkan oleh Freida di buku ini.

Setelah sekian lama menunda membaca ini, akhirnya tersentuh juga. Bagusss ternyata.
Di masa depan dimana udara sdh tdk layak dihirup manusia tinggal di bangunan ratusan lantai di bawah tanah, disebut silo. Namun pengetahuan ini hanya untuk kalangan tertentu saja, untuk org2 biasa yg hidup di silo hanya mengetahui dunia mereka saja. Ketika ada yg mempertanyakan hal2 yg tdk seharusnya diketahui, mereka menjadi ancaman & akan dikirim ke pembersihan.
Sayang kelanjutannya gk diteruskan oleh penerbut bhs indonesianya...
Setelah sekian lama menunda membaca ini, akhirnya tersentuh juga. Bagusss ternyata.
Di masa depan dimana udara sdh tdk layak dihirup manusia tinggal di bangunan ratusan lantai di bawah tanah, disebut silo. Namun pengetahuan ini hanya untuk kalangan tertentu saja, untuk org2 biasa yg hidup di silo hanya mengetahui dunia mereka saja. Ketika ada yg mempertanyakan hal2 yg tdk seharusnya diketahui, mereka menjadi ancaman & akan dikirim ke pembersihan.
Sayang kelanjutannya gk diteruskan oleh penerbut bhs indonesianya...

"The Whispering Night" adalah novel ketiga dan penutup dari trilogi "The Luminaries". Novel ini melanjutkan kisah Winnie Wednesday, yang kini posisinya semakin kuat di komunitas Hemlock Falls. Hubungannya dengan Erica Thursday membaik, dan romansa dengan Jay Friday semakin berkembang. Mereka bersiap untuk Nightmare Masquerade, sebuah perayaan besar bagi para Luminary. Namun, kedatangan tamu tak diundang, termasuk seorang Diana bertopeng, membuat keadaan menjadi runyam. Atau malah motivasi untuk Winnie dalam memecahkan petunjuk-petunjuk yang ditinggalkan oleh ayahnya?
Secara keseluruhan semua misteri yang belum terpecahkan di 2 buku pendahulunya terbuka semua disini. Hanya saja, buatku, rasanya terlalu panjang untuk menjadi 3 buku, jadi alurnya terasa lambat, terlebih buku 2 yang biasanya "menanggung kesalahan" dari suatu trilogi. Namun, sekali lagi, ini adalah YA, jadi kecepatan alur menyesuaikan.
Aku akan tetap merekomendasikan novel ini bagi penggemar YA fantasy. Susan menulisnya dengan baik & runut, diksi juga mudah dimengerti. Ada beberapa bagian mengandung sarkasme & kelucuan.
"The Whispering Night" adalah novel ketiga dan penutup dari trilogi "The Luminaries". Novel ini melanjutkan kisah Winnie Wednesday, yang kini posisinya semakin kuat di komunitas Hemlock Falls. Hubungannya dengan Erica Thursday membaik, dan romansa dengan Jay Friday semakin berkembang. Mereka bersiap untuk Nightmare Masquerade, sebuah perayaan besar bagi para Luminary. Namun, kedatangan tamu tak diundang, termasuk seorang Diana bertopeng, membuat keadaan menjadi runyam. Atau malah motivasi untuk Winnie dalam memecahkan petunjuk-petunjuk yang ditinggalkan oleh ayahnya?
Secara keseluruhan semua misteri yang belum terpecahkan di 2 buku pendahulunya terbuka semua disini. Hanya saja, buatku, rasanya terlalu panjang untuk menjadi 3 buku, jadi alurnya terasa lambat, terlebih buku 2 yang biasanya "menanggung kesalahan" dari suatu trilogi. Namun, sekali lagi, ini adalah YA, jadi kecepatan alur menyesuaikan.
Aku akan tetap merekomendasikan novel ini bagi penggemar YA fantasy. Susan menulisnya dengan baik & runut, diksi juga mudah dimengerti. Ada beberapa bagian mengandung sarkasme & kelucuan.

Setelah sekian lama menunda membaca ini, akhirnya tersentuh juga. Bagusss ternyata.
Di masa depan dimana udara sdh tdk layak dihirup manusia tinggal di bangunan ratusan lantai di bawah tanah, disebut silo. Namun pengetahuan ini hanya untuk kalangan tertentu saja, untuk org2 biasa yg hidup di silo hanya mengetahui dunia mereka saja. Ketika ada yg mempertanyakan hal2 yg tdk seharusnya diketahui, mereka menjadi ancaman & akan dikirim ke pembersihan.
Sayang kelanjutannya gk diteruskan oleh penerbut bhs indonesianya...
Setelah sekian lama menunda membaca ini, akhirnya tersentuh juga. Bagusss ternyata.
Di masa depan dimana udara sdh tdk layak dihirup manusia tinggal di bangunan ratusan lantai di bawah tanah, disebut silo. Namun pengetahuan ini hanya untuk kalangan tertentu saja, untuk org2 biasa yg hidup di silo hanya mengetahui dunia mereka saja. Ketika ada yg mempertanyakan hal2 yg tdk seharusnya diketahui, mereka menjadi ancaman & akan dikirim ke pembersihan.
Sayang kelanjutannya gk diteruskan oleh penerbut bhs indonesianya...

Setelah sekian lama menunda membaca ini, akhirnya tersentuh juga. Bagusss ternyata.
Di masa depan dimana udara sdh tdk layak dihirup manusia tinggal di bangunan ratusan lantai di bawah tanah, disebut silo. Namun pengetahuan ini hanya untuk kalangan tertentu saja, untuk org2 biasa yg hidup di silo hanya mengetahui dunia mereka saja. Ketika ada yg mempertanyakan hal2 yg tdk seharusnya diketahui, mereka menjadi ancaman & akan dikirim ke pembersihan.
Sayang kelanjutannya gk diteruskan oleh penerbut bhs indonesianya...
Setelah sekian lama menunda membaca ini, akhirnya tersentuh juga. Bagusss ternyata.
Di masa depan dimana udara sdh tdk layak dihirup manusia tinggal di bangunan ratusan lantai di bawah tanah, disebut silo. Namun pengetahuan ini hanya untuk kalangan tertentu saja, untuk org2 biasa yg hidup di silo hanya mengetahui dunia mereka saja. Ketika ada yg mempertanyakan hal2 yg tdk seharusnya diketahui, mereka menjadi ancaman & akan dikirim ke pembersihan.
Sayang kelanjutannya gk diteruskan oleh penerbut bhs indonesianya...

Setelah sekian lama menunda membaca ini, akhirnya tersentuh juga. Bagusss ternyata.
Di masa depan dimana udara sdh tdk layak dihirup manusia tinggal di bangunan ratusan lantai di bawah tanah, disebut silo. Namun pengetahuan ini hanya untuk kalangan tertentu saja, untuk org2 biasa yg hidup di silo hanya mengetahui dunia mereka saja. Ketika ada yg mempertanyakan hal2 yg tdk seharusnya diketahui, mereka menjadi ancaman & akan dikirim ke pembersihan.
Sayang kelanjutannya gk diteruskan oleh penerbut bhs indonesianya...
Setelah sekian lama menunda membaca ini, akhirnya tersentuh juga. Bagusss ternyata.
Di masa depan dimana udara sdh tdk layak dihirup manusia tinggal di bangunan ratusan lantai di bawah tanah, disebut silo. Namun pengetahuan ini hanya untuk kalangan tertentu saja, untuk org2 biasa yg hidup di silo hanya mengetahui dunia mereka saja. Ketika ada yg mempertanyakan hal2 yg tdk seharusnya diketahui, mereka menjadi ancaman & akan dikirim ke pembersihan.
Sayang kelanjutannya gk diteruskan oleh penerbut bhs indonesianya...

The Inmate mengikuti Brooke Sullivan, seorang perawat praktik yang kembali ke kampung halamannya dan bekerja di penjara dengan keamanan maksimum. Di sana, dia bertemu kembali dengan mantan pacarnya, Shane Nelson, yang dipenjara seumur hidup atas serangkaian pembunuhan brutal—kejahatan yang kesaksiannya membantu menghukumnya.
Buku ini agak berbeda dengan buku2 Freida yang aku baca sebelumnya. Aku merasa Brooke ini terlalu naif dan mudah untuk dimanipulasi. Menuju ke tengah buku ada beberapa elemen plot kurang masuk akal. Pengungkapan di bab akhir pun rasanya semua kebetulan dan perencanaan yang eksekusinya terlalu mudah.
Namun jika kalian penggemar Freida, buku ini tetap layak untuk dibaca.
The Inmate mengikuti Brooke Sullivan, seorang perawat praktik yang kembali ke kampung halamannya dan bekerja di penjara dengan keamanan maksimum. Di sana, dia bertemu kembali dengan mantan pacarnya, Shane Nelson, yang dipenjara seumur hidup atas serangkaian pembunuhan brutal—kejahatan yang kesaksiannya membantu menghukumnya.
Buku ini agak berbeda dengan buku2 Freida yang aku baca sebelumnya. Aku merasa Brooke ini terlalu naif dan mudah untuk dimanipulasi. Menuju ke tengah buku ada beberapa elemen plot kurang masuk akal. Pengungkapan di bab akhir pun rasanya semua kebetulan dan perencanaan yang eksekusinya terlalu mudah.
Namun jika kalian penggemar Freida, buku ini tetap layak untuk dibaca.

Stone Maidens
Buku ini mengikuti perjalanan agen FBI Christine Prusik, seorang ahli forensik antropologi, saat ia menyelidiki serangkaian pembunuhan di Indiana. Para korban ditemukan dengan ukiran misterius di leher mereka, sebuah petunjuk yang mengarah ke praktik kuno. Praktik ini mengingatkan Christine akan trauma masa lalunya, yang meninggalkan bekas luka, fisik & psikologis.
Bagi penggemar thriller police procedural dan seri Criminal Minds seperti aku, buku ini sangat menarik dan mendapat perhatian penuh dariku. Mungkin bagi yang tahu persis bagaimana detil forensik antropologi dan police procedural bisa saja beranggapan ini kurang riset, namun untukku orang awam aku cukup menikmati novel ini.
Plot twist menjelang akhir cerita agak umum ditemukan di seri-seri Police Procedural TV, namun buat aku yang penasaran dengan akhir perburuan serial killer ini, cukup membuatku ketagihan. Aku sangat merekomendasikan ini bagi penggemar thriller kriminal & police procedural.
Buku ini mengikuti perjalanan agen FBI Christine Prusik, seorang ahli forensik antropologi, saat ia menyelidiki serangkaian pembunuhan di Indiana. Para korban ditemukan dengan ukiran misterius di leher mereka, sebuah petunjuk yang mengarah ke praktik kuno. Praktik ini mengingatkan Christine akan trauma masa lalunya, yang meninggalkan bekas luka, fisik & psikologis.
Bagi penggemar thriller police procedural dan seri Criminal Minds seperti aku, buku ini sangat menarik dan mendapat perhatian penuh dariku. Mungkin bagi yang tahu persis bagaimana detil forensik antropologi dan police procedural bisa saja beranggapan ini kurang riset, namun untukku orang awam aku cukup menikmati novel ini.
Plot twist menjelang akhir cerita agak umum ditemukan di seri-seri Police Procedural TV, namun buat aku yang penasaran dengan akhir perburuan serial killer ini, cukup membuatku ketagihan. Aku sangat merekomendasikan ini bagi penggemar thriller kriminal & police procedural.

Signa Farrow, berumur sembilan belas tahun dan telah menjadi yatim piatu sejak bayi. Signa tampaknya tidak bisa mati, meskipun sering bersentuhan dengan kematian sejak kecil.
Dia dibesarkan oleh beberapa wali, semua walinya menemui ajal yang tidak terduga. Kerabat terakhir yang tersisa adalah keluarga Hawthorne, keluarga eksentrik yang tinggal Thorn Grove.
Kepala keluarga Hawthorne, Elijah, kehilangan istrinya, Lilian di sebuah pesta yang melibatkan minuman. Putra sulungnya Percy berjuang untuk mengembalikan reputasi keluarganya yang semakin merosot. Putrinya Blythe, menderita sakit misterius yang sama yang merenggut ibunya. Ketika roh Lilian menemui Signa dan mengatakan bahwa dia diracun, Signa menyadari bahwa Blythe akan menjadi korban berikutnya.
Dengan bantuan makhluk gaib bernama Death (Kematian), Signa harus mengungkap kebenaran sambil menghadapi takdirnya.
Permulaan kisah ini sangat menjanjikan, agak tidak biasa idenya. Namun semakin menuju ke belakang, semakin terasa kurang klik buatku. Untuk teman-teman yang menyukai romantasy, mungkin akan cocok dengan buku ini.
Signa Farrow, berumur sembilan belas tahun dan telah menjadi yatim piatu sejak bayi. Signa tampaknya tidak bisa mati, meskipun sering bersentuhan dengan kematian sejak kecil.
Dia dibesarkan oleh beberapa wali, semua walinya menemui ajal yang tidak terduga. Kerabat terakhir yang tersisa adalah keluarga Hawthorne, keluarga eksentrik yang tinggal Thorn Grove.
Kepala keluarga Hawthorne, Elijah, kehilangan istrinya, Lilian di sebuah pesta yang melibatkan minuman. Putra sulungnya Percy berjuang untuk mengembalikan reputasi keluarganya yang semakin merosot. Putrinya Blythe, menderita sakit misterius yang sama yang merenggut ibunya. Ketika roh Lilian menemui Signa dan mengatakan bahwa dia diracun, Signa menyadari bahwa Blythe akan menjadi korban berikutnya.
Dengan bantuan makhluk gaib bernama Death (Kematian), Signa harus mengungkap kebenaran sambil menghadapi takdirnya.
Permulaan kisah ini sangat menjanjikan, agak tidak biasa idenya. Namun semakin menuju ke belakang, semakin terasa kurang klik buatku. Untuk teman-teman yang menyukai romantasy, mungkin akan cocok dengan buku ini.

Signa Farrow, berumur sembilan belas tahun dan telah menjadi yatim piatu sejak bayi. Signa tampaknya tidak bisa mati, meskipun sering bersentuhan dengan kematian sejak kecil.
Dia dibesarkan oleh beberapa wali, semua walinya menemui ajal yang tidak terduga. Kerabat terakhir yang tersisa adalah keluarga Hawthorne, keluarga eksentrik yang tinggal Thorn Grove.
Kepala keluarga Hawthorne, Elijah, kehilangan istrinya, Lilian di sebuah pesta yang melibatkan minuman. Putra sulungnya Percy berjuang untuk mengembalikan reputasi keluarganya yang semakin merosot. Putrinya Blythe, menderita sakit misterius yang sama yang merenggut ibunya. Ketika roh Lilian menemui Signa dan mengatakan bahwa dia diracun, Signa menyadari bahwa Blythe akan menjadi korban berikutnya.
Dengan bantuan makhluk gaib bernama Death (Kematian), Signa harus mengungkap kebenaran sambil menghadapi takdirnya.
Permulaan kisah ini sangat menjanjikan, agak tidak biasa idenya. Namun semakin menuju ke belakang, semakin terasa kurang klik buatku. Untuk teman-teman yang menyukai romantasy, mungkin akan cocok dengan buku ini.
Signa Farrow, berumur sembilan belas tahun dan telah menjadi yatim piatu sejak bayi. Signa tampaknya tidak bisa mati, meskipun sering bersentuhan dengan kematian sejak kecil.
Dia dibesarkan oleh beberapa wali, semua walinya menemui ajal yang tidak terduga. Kerabat terakhir yang tersisa adalah keluarga Hawthorne, keluarga eksentrik yang tinggal Thorn Grove.
Kepala keluarga Hawthorne, Elijah, kehilangan istrinya, Lilian di sebuah pesta yang melibatkan minuman. Putra sulungnya Percy berjuang untuk mengembalikan reputasi keluarganya yang semakin merosot. Putrinya Blythe, menderita sakit misterius yang sama yang merenggut ibunya. Ketika roh Lilian menemui Signa dan mengatakan bahwa dia diracun, Signa menyadari bahwa Blythe akan menjadi korban berikutnya.
Dengan bantuan makhluk gaib bernama Death (Kematian), Signa harus mengungkap kebenaran sambil menghadapi takdirnya.
Permulaan kisah ini sangat menjanjikan, agak tidak biasa idenya. Namun semakin menuju ke belakang, semakin terasa kurang klik buatku. Untuk teman-teman yang menyukai romantasy, mungkin akan cocok dengan buku ini.